I Love Tamil Movie!!

Set Lego Yang Mesti Dibeli Kalau Ada Masa Tu!!

Teringat Masa Zaman Kegemilangan Dulu!!

Soal Jawab : Syiah vs Yahudi

Salam..

Ustaz Love menerima komen ini daripada caliph.. terlebih dulu, Ustaz Love ingin jelaskan bahawa caliph shuriken adalah sahabat Ustaz Love.. dan beliau bukanlah seorang Syiah okeh… beliau, spt juga ramai yg lain terlalu inginkan perdamaian dgn semua mazhab2… termasuklah Syiah.. Ustaz Love juga inginkan perdamaian dan kesatuan.. Namun, ianya agak sukar disebabkan akidah Syiah yg menyeleweng daripada landasan Islam yg sebenar.. Kalau mungkin pun kesatuan ini dilaksanakan, mungkin atas konsep kenegaraan (1 Malaysia ke, 1 OIC ke)..

Caliph berkata :

alangkah indahnya jika golongan syiah & ahli sunnah mampu bersatu menentang yahudi di serata dunia…

Bagi Ustaz Love, impian itu sangat indah… jika Syiah sama2 meninggalkan pegangan sesat mereka dan bersatu atas nama Islam, mengikut pegangan Ahlus Sunnah… dan Ustaz Love yakin, itu jugalah harapan golongan Syiah ini (untuk mengajak golongan Sunnah mengikuti fahaman Syiah mereka)

Kalau kita kaji sejarah awal Syiah, ianya merupakan pergerakan yg dipelopori oleh Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang memeluk Islam dengan tujuan untuk mendapatkan pengaruh daripada Khalifah Uthman r.anhu. Tetapi apabila beliau tidak berjaya mempengaruhi Khalifah, maka dirancang pula pembunuhannya… Begitu juga semasa beliau cuba mendekati Ali r.anhu. Beliau juga yg merancang pembunuhan Ali r.anhu…

Ustaz Love yakin, geng2 Syiah ni mungkin akan cuba menafikan kewujudan Abdullah bin Saba’ ini.. Ini kerana, jika menerima Abdullah bin Saba’ sebagai pelopor gerakan Syiah, maka sudah tentu kesesatan Syiah ini tidak dapat diselindungkan lagi.. Tapi, geng2 Syiah ini mungkin boleh merujuk (kalau rajin nak rujuk la) :

1. Sa’ad bin Abdullah al-Qummi (Usul Mazahib as-Syi’ah al-Imamiyah al-Ithna Asyariyah. 1/74)

2. An-Naubakhti (At-Thusi. Al-Fihris hlm. 75)

3. Abdullah an-Nasyi’ al-Akbar (Masail Imamah. W 293)

4. Abdullah al-Mamaqani (Tanqih al-Maqal W. 1351) Muhammad Husin al-Zain (Lihat: Asy-Syi’ah fit Tarikh. Hlm. 213)

Semua ulamak dan penulis di atas menyatakan kewujudan Abdullah bin Saba’ ini..

Cuba baca kenyatan daripada artikel ini…

Jurnalis Iran yang dipenjara, Nader Karimi menemukan sebuah hubungan “intim” antara Iran dan Israel dan bersumpah akan meluncurkan buku tentang informasi yang dia ketahui tentang hal tersebut ketika dia nanti dibebaskan.

Nader Karimi, seorang narapidana dari Penjara Evin di Teheran, ia dipenjara atas tuduhan mendestabilisasi rezim yang berkuasa, mengatakan bahwa permusuhan antara Iran dan Israel tidak lebih hanya sekedar perang verbal yang dimaksudkan untuk memberikan kesan kepada dunia Muslim bahwa Iran adalah musuh setia Israel dan pelindung bangsa Palestina.

“Para pengamat, wartawan, dan analis politik terjebak dalam perang lisan mereka dan tidak mampu menggali kedalaman hubungan antara kedua negara,” tulis Karimi dalam sebuah artikel yang dikirim ke AlArabiya.net.

Karimi menambahkan bahwa pemerintah Iran dan Israel telah menggunakan wartawan untuk membuat ‘kebohongan’ kredibel mereka dan untuk menipu dunia agar berpikir bahwa mereka adalah dua negara yang saling bermusuhan.

Karimi, yang juga ahli dalam urusan Iran-Israel, mengatakan bahwa bertahun-tahun ia menghabiskan waktu berbicara dengan diplomat Iran dan mempelajari sejarah hubungan antara Iran dan Israel membuatnya menyadari bahwa kedua negara, pada kenyataannya, telah mengambil keuntungan dari perang palsu yang disebarkan oleh media massa.

Sebelum menulis tentang sifat dari hubungan Iran-Israel, Karimi memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan perwakilan badan-badan intelijen di kedua negara itu.

“Sebagai seorang jurnalis yang diatur oleh etika jurnalisme, saya berpikir bahwa akan tidak etis untuk menulis tentang topik ini tanpa pertama kali bertemu dengan agen intelijen dari kedua negara baik Iran dan Israel untuk mempelajari kebenaran yang terjadi.”

Karimi menjelaskan bahwa hal itu lebih mudah dan lebih murah untuk menemui agen dari divisi urusan Iran di Mossad dari pada bertemu agen dari divisi urusan Israel di Ettelaat, badan intelijen utama di Iran.

“Saya pergi ke Turki dan mendekati agen Israel asal Iran,” tulisnya. “Saya katakan kepada mereka saya seorang wartawan oposisi yang ingin menggulingkan rezim saat ini dan hal itu cukup untuk mendapatkan kepercayaan mereka.”

Menurut apa yang Karimi dengar dari agen Mossad, kejatuhan rezim saat ini tidak menguntungkan Israel untuk sementara waktu.

“Israel lebih suka sebuah rezim yang lemah dan terisolasi di Iran karena ini membuat lebih mudah bagi mereka untuk membangkitkan perang verbal mereka dan menyebarkan teror di wilayah ini.”

Karimi mengatakan bahwa keasyikan Iran dengan proyek persenjataan besar mereka sebenarnya menjadi rencana Israel dan Amerika agar rezim tersebut jatuh menjadi mangsa mereka.

Melalui pertemuan dengan agen Mossad, Karimi merasa tidak mungkin bahwa Israel akan melancarkan serangan militer terhadap Iran.

Adapun agen intelijen Iran, Karimi berpura-pura bahwa ia melakukan kesalahan besar dengan telah menghubungi agen Mossad dan ia ingin membuat pengakuan dalam upaya untuk memperoleh wawasan dari perspektif intelijen Iran.

Setelah menghabiskan 20 jam sepanjang dua minggu dengan agen Mossad, Karimi menghabiskan lebih dari 200 jam diinterogasi dan disiksa di Departemen Intelijen dan Keamanan Nasional Iran sampai akhirnya dia dipaksa untuk menulis pengakuan atas kejahatan yang dia sendiri tidak lakukan.

“Namun, saya harus mengakui bahwa lebih mudah untuk mengekstrak informasi dari agen-agen intelijen Iran selama interogasi dari pada untuk mendapatkan informasi serupa dari agen-agen Israel.”

Salah satu kesimpulan yang paling penting yang Karimi capai selama interaksi yang panjang dengan agen intelijen Iran adalah bahwa hal itu demi kepentingan Iran dengan melancarkan perang kata-kata melawan Israel yang setiap saat dan kemudian hari atau bahkan memulai aksi kekerasan di Daerah Pendudukan.

“Tindakan Israel memudahkan pemerintah Iran untuk melenturkan otot dan untuk menghasut opini publik Arab.”

Dalam artikelnya, Karimi menunjukkan bahwa meskipun menyatakan perang antara Iran dan Israel, ternyata kedua negara memiliki hubungan dagang.

“Beberapa barang, seperti buah-buahan, diimpor dari Israel, lewat perusahaan Israel yang memiliki bisnis di Iran. Mereka berurusan dengan ekonomi di negara mereka sebut ‘musuh’.”

Karimi menambahkan bahwa pemerintah Iran tidak pernah membuat daftar komoditas Israel atau perusahaan yang harus dilarang dan mereka tidak mengharapkan untuk melakukannya.

Menurut Karimi, sejak perang Iran-Irak, broker Iran telah membeli senjata mahal dan peralatan dengan bantuan broker Israel.

“Gambar citra satelit yang diambil selama perang Iran-Irak mengungkapkan penggunaan peperangan elektronik, dengan radar sangat canggih dan peralatan nirkabel. Semua ini menimbulkan pertanyaan tentang klandestin kesepakatan antara Iran dan broker Israel.”

Karimi menambahkan bahwa agen-agen Israel masuk dan keluar dari Iran dengan bebas dan tidak dengan paspor Israel.

“Ini terjadi tepat di bawah mata Departemen Intelijen dan Keamanan Nasional Iran.”

Karimi menunjukkan bahwa pemerintah Iran mengambil keuntungan dari mahasiswa Palestina yang menerima hibah untuk belajar di Iran dan memaksa mereka untuk memata-matai sesama Palestina mereka serta di kedutaan Arab di Teheran.

“Seorang mahasiswa Palestina mengambil gelar PhD dalam sejarah Islam di Teheran direkrut oleh Departemen Intelijen dan Keamanan Nasional untuk memata-matai kedutaan Yordania dan Sudan di Teheran.”

Mahasiswa ini, ia menambahkan, kemudian ditendang keluar dari Iran setelah menghabiskan 15 bulan di dalam penjara.

Bahasanya memang bahasa Indonesia.. sbb Ustaz Love amik kat http://www.syiahindonesia.com/index.php/akhbar-syiah/syiah-iran/404-jurnalis-iran-ungkap-hubungan-qintimq-antara-iran-dan-israel

Kalau dah tangki airnya dipenuhi najis, mcm mana kita nak kata air yg keluar drp paip kat dapur itu bersih.. yg kotornya adalah air yg kat tandas dan kat paip luar rumah? Bagaimana bleh kata, Syiah golongan ini tak sesat, yg golongan itu yg sesat.. sedangkan asasnya adalah sama? Kalau asas pembohongan Syiah ini drp seorang Yahudi (Abdullah bin Saba’), bagaimana kita nak kata yg Syiah itu memerangi Yahudi? Hezbollah? Siapa yg ada dgn Hezbollah utk mengesahkan kebenaran kenyataan mereka yg mengatakan mereka berjaya mengalahkan Yahudi di sempadan Lubnan?

Bahkan Syiah sendiri yg membantu US memerangi Taleban :

Jika benarlah (nampaknya banyak bukti2 menjurus ke arah itu) Iran ini proksi kepada Zionis, maka atas dasar apa yg menuntut kita bersatu dgn mereka? 😉

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

3 Comments

Add a Comment
    1. sbb tu Ahmadinejad ni nampak mcm berani sangat.. dan si US yg dah bertahun kata nak serang Iran, tak gak serang2 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.


CommentLuv badge

Ustaz Love Menulis... © 2010 Frontier Theme